Menjadi Spesialis Saraf: Rumit, Menantang, Mengasyikan.

Dalam dunia medis, kelainan pada sistem saraf manusia merupakan hal yang sangat kompleks. Ditambah lagi seiring dengan pergeseran gaya hidup, penyakit-penyakit kelainan saraf juga semakin complicated. Namun bagi dokter lajang ini, hal itulah yang membuatnya tertarik menjalani profesi sebagai Dokter Spesialis Saraf di RS Premier Surabaya.

“Mempelajari tentang saraf ibarat mempelajari sistem kelistrikan pada tubuh manusia. Kita dituntut lihai mengeksplorasi. Misalnya bila ada kelainan atau gangguan pada satu bagian tertentu di tubuh, kita harus temukan di mana letak sarafnya yang berhubungan. Rumit, menantang, tapi mengasyikan,” ujar dokter yang akrab disapa Dr. Valen ini.

Hal itu juga membuat Dokter berlatar belakang almamater Universitas Airlangga Surabaya ini dituntut untuk terus meng-update pengetahuannya tentang ilmu saraf. “Kesulitan yang seringkali muncul adalah kenyataan di ‘lapangan’ seringkali berbeda dengan teori yang kita pelajari. Seperti pasien dengan penyakit yang sama, tapi gejalanya terkadang berbeda. Ibaratnya banyak misteri yang harus kita teliti. Itulah pentingnya kita terus update pengetahuan,” tambah Dr. Valen lagi.

Salah satu contoh menurutnya adalah pergeseran usia pasien penderita stroke saat ini. “Dulu stroke identik dengan usia tua, kini mulai bergeser ke usia muda, bahkan mulai menjangkiti anak-anak. Di sinilah, kita harus terus belajar dan menganalisa dari banyak faktor agar bisa menangani.”